Minggu, 16 Agustus 2026

Menjadi Pendidik yang Utuh

Menjadi Pendidik yang Utuh

 


Menjadi anggota dalam keluarga besar Yayasan Yohannes Gabriel adalah sebuah pengalaman profesional yang sangat mendalam bagi saya. Sejak pertama kali bergabung dengan yayasan ini, saya merasakan suasana kekeluargaan yang begitu kuat yang mendasari setiap kegiatan Pendidikan terutama di sekolah saya di SMP Katolik St. louis Cepu sejak tahun 2021. Semua visi dan misi sekolah unit saya bukan hanya sekadar kalimat yang terpajang di dinding sekolah, tetapi merupakan pedoman hidup yang menuntun cara kami dalam mengajar di sekolah. Saya memahami bahwa pendidikan tidak hanya sekadar mentransfer pengetahuan kepada siswa secara kognitif. Lebih dari itu, peran saya di sekolah ini mengharuskan saya untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kedisiplinan. Pengalaman berharga ini secara bertahap mengubah cara saya memandang esensi sejati dari profesi seorang pendidik.

Tantangan di era pendidikan modern mengharuskan kami untuk beradaptasi dengan cepat, dan sekolah selalu menyediakan kesempatan bagi saya untuk terus mengembangkan diri. Interaksi sehari-hari dengan rekan-rekan kerja juga membuka ruang diskusi yang baik untuk menciptakan inovasi dalam pembelajaran yang menarik. Kami saling mendukung, berbagi cara mengajar dan metode yang baik, dan saling menguatkan saat menghadapi tantangan di kelas. Kebersamaan inilah yang membuat beban kerja yang berat menjadi terasa lebih ringan. Lingkungan kerja yang mendukung ini berhasil memicu semangat saya untuk selalu memberikan metode pengajaran yang terbaik.


Menjadi Pendidik yang Utuh
Beberapa siswa dan guru berfoto bersama | Dok. Sekolah
 

Bertemu dengan para siswa yang memiliki latar belakang dan keunikan yang beragam juga memberikan cerita yang penuh warna. Setiap anak yang berada di sekolah ini mengajarkan saya arti kesabaran yang tiada batas. Saya diajari untuk bisa melihat potensi yang sekecil apa pun yang ada dalam diri mereka. Melihat senyum bahagia mereka saat berhasil memahami pelajaran memberikan kepuasan yang luar biasa. Dinamika di dalam kelas ini selalu menyegarkan energi kebaikan saya setiap pagi sebelum mulai mengajar.

Sebagai lembaga pendidikan Katolik, pengintegrasian nilai-nilai iman dalam proses belajar mengajar adalah dasar utama yang tidak boleh diabaikan. Saya merasa sangat bersyukur karena sekolah ini mendukung pertumbuhan rohani yang seimbang bagi guru-guru dan siswa.

Juliati, S.Pd.
Penulis

Yustiyawati, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia - SMP Katolik St. Louis Cepu

Menjadi Pendidik yang Utuh
4/ 5
Oleh
Add Comments


EmoticonEmoticon