St. John Gabriel Foundation

SUCI, CERDAS, BERINTEGRITAS

St. John Gabriel Foundation
The Brilliant Catholic School

Mewujudkan Yayasan Pendidikan Katolik yang Transformatif, Berintegritas, dan Kolegial

Suci

Berakar pada iman dan nilai kehidupan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih dan bermakna.

Cerdas

Mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan kebijaksanaan untuk menghadapi tantangan zaman.

Berintegritas

Menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan dalam setiap tindakan dan keputusan.

Mgr. Didik
Sekolah merupakan ungkapan paling manusiawi untuk bekerja sama dalam menatap masa depan. Saat ini, makin disadari bahwa keberlangsungan sekolah Katolik tidak pernah boleh terpisah dari misi Gereja.

Sekolah adalah bagian dari misi Gereja bagi masyarakat dan bangsa.

Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo

Uskup Surabaya
Ketua Dewan Pembina Yayasan Yohannes Gabriel

Menapaki Perjalanan, Mewujudkan Panggilan

1925–1942

Membuka Jalan bagi Misi

Yayasan Yohannes Gabriel merupakan ujung tombak kehadiran Gereja Katolik...

1942–1945

Kejayaan atas Tantangan

Pada masa pendudukan Jepang, banyak sekolah, baik negeri maupun swasta...

1945–1960

Pemulihan Diri dan Antisipasi

Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, Yayasan Yohannes Gabriel mulai menata...

1960–1984

Mekar dan Mengakar

Pada tahun 1960, Yayasan Yohannes Gabriel berpindah dari Jl. Kepanjen 9 ke...

1984–1999

Geliat dan Pasang Surut

Pada periode 1984-1999, Yayasan Yohannes Gabriel menghadapi tantangan...

1999–sekarang

Menjadi Satu Tubuh

Yayasan Yohannes Gabriel, Yayasan Wijana Sejati, dan Yayasan Wiyata Dharma...

Mewujudkan Yayasan Pendidikan Katolik yang Transformatif, Berintegritas, dan Kolegial

Berkomitmen menghadirkan pelayanan pendidikan yang unggul, terpercaya, dan bertumbuh dalam semangat kolegialitas.

Jelajahi Visi & Misi Kami
Siswa Berprestasi

Jejak Pelayanan Kami

Lebih dari sekadar angka, ini adalah wujud komitmen kami dalam pendidikan

0

+

Guru/Karyawan

0

PAUD/TK

0

SD

0

SMP

0

SMA/SMK

Suara Para Pemimpin

Dari hati para pendidik, lahir komitmen untuk melayani dan membentuk kehidupan

Rosari Dini Ambarwati

Mengajar dengan hati membuat anak merasa dicintai. Mereka tidak hanya membutuhkan kepintaran, tetapi juga pendidikan karakter untuk tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Karena itu, hati yang penuh kasih adalah kunci utama dalam mengajar.

Rosari Dini Ambarwati, S.Pd.

Kepala KB-TK Katolik Pencinta Damai
Ignatia Luluk Pujiastuti

Sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi rumah bagi harapan, cinta, dan masa depan. Mari bersama mendampingi anak-anak, bukan hanya lewat kata-kata, melainkan melalui teladan dan kasih yang menyalakan semangat.

Ignatia Luluk Pujiastuti, S.Pd.

Kepala SDK Kristus Raja
Seger Widodo

Di era yang terus berkembang, guru hadir sebagai fasilitator yang menuntun siswa. Namun satu hal tak tergantikan, guru sebagai pendidik dengan sapaan, senyuman, dan nasihat penuh kasih. Tetap semangat, tugasmu sungguh mulia!

Seger Widodo, S.Pd

Kepala SMAS Katolik Karitas III
Novita Estriningsih

Mengajar bukan hanya memberi ilmu, bukan juga hanya pekerjaan, melainkan panggilan jiwa untuk melahirkan generasi penerus bangsa.

Novita Estriningsih, S.Pd.

Kepala KB-TKK Kristus Raja
Agnes Dwi Wartinah, S.Pd

Setiap Langkah kecilmu hari ini adalah fondasi bagi kesuksesanmu di masa depan.

Agnes Dwi Wartinah, S.Pd

Kepala SDK Santo Yusup Karangpilang
V. Sri Wahyuning Retno, S.Pd.

Hidup menghadirkan dua guru terbaik bagi kita: hidup itu sendiri, yang mengajarkan bagaimana memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya; dan waktu, yang menyingkapkan nilai sejati dari kehidupan. Menjadi guru pun bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan hati untuk melukis masa depan dengan kasih dan keteladanan.

V. Sri Wahyuning Retno, S.Pd.

Kepala TK Katolik Santo Yusup Karangpilang
Fransisca Parjiyem, S.Pd.

5S dan 1R: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, dan Ramah. Mari kita awali setiap pagi dengan menerapkan 5S dan 1R bersama guru, karyawan, dan anak-anak. Melalui kebiasaan sederhana ini, tercipta suasana sekolah yang hangat, positif, dan penuh kebersamaan. Dengan 5S dan 1R, semangat beraktivitas dan melayani anak-anak di sekolah pun semakin tumbuh.

Fransisca Parjiyem, S.Pd.

TK Karitas V
Maria Listinawati, S.Pd.

Guru yang berpihak pada murid adalah guru yang mampu menghargai keunikan dan potensi setiap individu. la tidak memandang murid sekadar sebagai objek pendidikan, melainkan sebagai subjek pembelajaran yang memiliki hak, suara, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Dengan pemahaman dan penghargaan tersebut, guru dapat menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif, sehingga setiap murid bertumbuh secara optimal, baik dalam pengetahuan maupun karakter yang positif.

Maria Listinawati, S.Pd.

SMAS Katholik Untung Surapati Sidoarjo

Mitra Kolaborasi

Didukung oleh mitra yang sejalan dalam misi

Keuskupan Surabaya
IMAVI
Widya Mandala
Gratia
Mitra 5
Mitra 6
Mitra 7
Mitra 8
Mitra 9
Mitra 10

Mari Ambil Bagian dalam Misi Ini

Setiap langkah besar dimulai dari kolaborasi dan kepedulian. Bergabunglah sebagai mitra atau berikan dukungan Anda untuk membantu kami membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan berdampak.